Selasa, 2 Agustus 2011,  Tim SMP Karangturi yang terdiri dari 2 orang siswa yakni Eldrian Evan Rahardja(8D)  dan Jeremy Putro Wirjosantoso(8B)  didampingi  guru BK, Jhonij Sugiarto, S.Th, mengikuti pelatihan bagi calon penyuluh di Yogjakarta, sasaran kegiatan ini sendiri adalah siswa-siswi jenjang SMP dan SMA.

BAHAYA NAPZA DAN HIV/AIDS

Tujuan pelatihan ini agar remaja dan pemuda mempunyai pengetahuan, pemahaman dan kesadaran tentang NAPZA ( Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif ) juga HIV/AIDS, serta mereka memiliki kemampuan untuk mensosialisasikan, mendengar, mendampingi dan menyadarkan betapa bahayanya menggunakan NAPZA dan terlibat sex bebas yang beresiko tertular HIV/AIDS.

Kegiatan ini diadakan di GKI Gejayan Jl. Gejayan Gang Jembatan Merah 84D Yogyakarta. Narasumber pelatihan ini adalah TPNA GKI Pondok Indah dan Tim YCAB.

Sedangkan para guru pendamping selama kegiatan tersebut banyak dibekali dengan teknik-teknik dasar konseling. Juga diajarkan tehnik simulasi dalam bentuk bermain peran, yakni berperan sebagai konselor, konseli, dan pengamat  lalu didiskusikan bersama.

Materi konseling yang dibagikan mengupas tentang tingkah laku manusia melalui teori “Human and the Mountain Methapor”, yaitu tingkah laku manusia yang ditampilkan sebenarnya belum terlihat secara holistik, melainkan harus memperhatikan aspek-aspek lain. Aspek-aspek yang di ungkapkan dalam teori tersebut meliputi perasaan (feeling), persepsi/pendapat (perception), pengharapan (expectation), dambaan (desire), aku/gambaran diri (self image), kerohanian (spiritual). Diungkapkan juga perilaku manusia yang sering kali menjadi habit yang perlu diberi atensi secara khusus yakni:

    1. Placating : Seseorang yang cenderung menyalahkan diri sendiri dan selalu ingin menyenangkan orang lain.
    2. Blaming : Orang yang cenderung selalu ingin menyalahkan orang lain dan menyudutkan orang lain.
    3. Super Reasonable : Tipe seseorang yang selalu melakukan menganalisa dalam pergaulan sampai hal sekecil-kecilnya bahkan sampai hal yang sepele
    4. Irrelevant : orang yang cenderung mengabaikan semuanya. Semuanya dianggap tidak penting, kontrol diri lemah, kurang empati dan cenderung mengalami depresi.

Secara keseluruhan diharapkan konselor mampu menjadi orang yang congruent yakni berani berkata ya = ya, dan berani berkata tidak = tidak.         ( JS )