Dalam upaya menyebarluaskan semangat persaudaraan dalam kehidupan yang harmonis, Tim Konselor Sekolah Karangturi mengagendakan sebuah program khusus yang merangsang kepekaan dan kepedulian terhadap sesama, yang menghargai harkat dan martabat serta memerangi aneka bentuk ‘kekerasan’, baik kekerasan fisik maupun psikis. Untuk saat ini, program bertajuk “LIVING IN HARMONY – DON’T BULLY, MAKE FRIENDS” ini lebih ditujukan kepada para pelajar.

Pada awal Maret 2013, Tim Konselor Sekolah Karangturi bekerja sama dengan SDK Sang Timur menggulirkan program ini. Program yang dilaksanakan di SDK Sang Timur ini, diikuti oleh lebih kurang 300 siswa-siswi SDK Sang Timur dari kelas 4,5, dan 6. Acara yang dibuka dengan tarian penggugah semangat ini, berhasil mencairkan suasana sekaligus mengakrabkan tim dengan para peserta. Selanjutnya, ilustrasi fragmen tentang aksi bullying yang diperagakan oleh lima orang siswa-siswi SD Karangturi pun digelar. Fragmen yang menunjukkan tindak kekerasan dan merendahkan itu berhasil menarik perhatian para peserta. Seusai fragmen, Ibu Cynthia, Ketua Tim Konselor Sekolah Karangturi pun melakukan tanya jawab dengan peserta. Mereka pun menyadari bahwa sering kali melakukan aksi bullying meskipun hanya sebatas gurauan. Selesai tanya jawab, Ibu Cynthia kemudian menjelaskan empat jenis bullying: physical bullying – memukul, mencakar; verbal bullying – mengejek, memberi nama julukan; emotional bullying – mengucilkan, fitnah; dan cyber bullying – menyebarkan berita/gambar di dunia maya dengan tujuan untuk mempermalukan. Sesudah para peserta menerima penjelasan, acara pun dilanjutkan dengan pembagian coklat dan ikrar ‘Living in Harmony – Don’t Bully, Make Friends’. Para siswa sangat antusias ketika bersama-sama mengucapkan ikrar untuk hidup dalam keharmonisan dan menolak bullying, bahkan mereka pun saling memohon maaf. Beberapa diantaranya juga melakukan aksi memohon maaf kepada guru mereka. Sebagai acara penutup, mereka pun kemudian menyanyikan lagu ‘I Love You’ bersama-sama. (tn-hms)