Mengajarkan pendidikan karakter kepada siswa di jenjang SMP di era milenial ini sudah tidak relevan lagi menggunakan cara-cara konvensional. Prinsip harus menurut tanpa menjelaskan dasar keharusan menjadi sebuah perbantahan dan perdebatan yang ujung-ujungnya apa yang diharapkan tidak terserap dengan baik. SMP Karangturi sangat menyadari bahwa siswa di usia SMP sedang mengalami masa puber/transisi dengan emosi yang labil dan sedang mencari jati diri, oleh karenanya sekolah menggunakan strategi pendekatan yang berbeda dan kekinian, sebuah pendekatan melalui Seni Mural. Melalui Seni Mural, siswa dilatih tentang bagaimana mengatur emosi dengan menggambar di sebuah media yang besar yang tentunya membutuhkan kesabaran, mengembangkan kreatifitas untuk menemukan ide-ide segar, membangun kerjasama yang baik dengan sesama siswa dalam berbagi peran, menempa rasa percaya diri untuk mengalahkan rasa takut gagal, dan juga memaknai lukisan yang dibuat dengan pesan-pesan yang positif.
Tanpa disadari, itu semua menjadi sebuah pembelajaran tentang pendidikan karakter yang bisa diserap oleh siswa dengan baik. Sebuah prinsip yang kekinian bahwa Membuat sebuah larangan dan memaksa siswa menuruti itu hal mudah namun menyakitkan. Namun sebaliknya, dengan membuat karya yang memuat pesan-pesan positif membuat siswa menikmati belajar, menerima dengan mudah dan membahagiakan.
Karangturi Baik, Berbakat, dan Bisa!!