Setelah sukses menggelar pelatihan bagi Nanny tahap 1 : Pelatihan Pola Hidup Bersih dan Sehat, baru-baru ini, TK Karangturi bersama Parent Support Community kembali menggelar pelatihan bagi para Nanny tahap ke-2 dengan tema ‘Makanan Sehat bagi Tumbuh Kembang Anak’. Dalam acara ini, sekitar 25 Nanny berpartisipasi, bahkan ada juga orangtua siswa yang turut serta.

Menurut dr. Sonya Dewi, praktisi gizi sekaligus narasumber dalam acara ini, kebutuhan anak-anak (manusia) akan gizi yang seimbang menjadi hal yang krusial dan sangat penting. Dalam penjelasannya, ada 3 unsur utama makanan bergizi yang wajib dikonsumsi secara rutin, yaitu Karbohidrat, Protein, dan Vitamin + Mineral.

Karbohidrat sebagai sumber tenaga, dibedakan menjadi 2 jenis: karbohidrat kompleks (baik untuk tubuh karena mengandung banyak serat dan kadar gula rendah) – nasi merah, roti tawar, sereal (dari gandum); dan karbohidrat sederhana (kurang baik bagi tubuh) – nasi putih. Porsi yang wajib dikonsumsi untuk anak sebanyak 3 x ½ gelas tiap harinya.

Untuk Protein (bermanfaat bagi pertumbuhan dan mempercepat pemulihan tubuh sesudah sakit), juga terbagi dalam 2 jenis: hewani dan nabati. Protein hewani dapat ditemukan di tubuh ikan (omega 3) dan daging, (namun tidak dianjurkan dikonsumsi setiap hari – setidaknya 3 kali dalam seminggu) dengan takaran selebar kartu ‘domino’ per porsinya. Proses pengolahannya dianjurkan tidak digoreng karena akan berdampak kurang baik bagi tubuh. Berbeda dengan protein hewani, protein nabati dapat berupa kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu. Protein ini sebaiknya dikonsumsi secara rutin dengan porsi 3 kali sehari. Sebagai takaran,  1 porsi tempe atau tahu adalah sebesar kartu ‘domino’.

Unsur utama yang ke-3 adalah Vitamin+Mineral, yang banyak terdapat dalam buah dan sayur-mayur. Sesuai dengan warna dan jenisnya, buah dan sayur mempunyai kandungan vitamin+mineral yang beragam. Buah dan sayur berwarna putih: bengkoang, lobak, sawi putih, bawang putih, jamur putih, buah pir; bermanfaat untuk tulang, sedangkan wortel, jeruk, tomat, papaya, pisang, semangka kuning, dan labu; yang dominan dengan warna kuning atau oranye, sangat bermanfaat untuk kesehatan mata. Untuk pembentukan sel darah merah, anak-anak dapat mengkonsumsi buah dan sayur yang berwarna merah, misalnya stroberi, apel merah, jambu biji, buah naga, dan lain sebagainya. Buah dan sayur yang dominan berwarna ungu juga diyakini sangat bermanfaat bagi perkembangan otak; sebagai contoh: terong, buah bit, anggur. Khusus untuk buah dan sayur berwarna hijau, seperti bayam, brokoli, sawi; sangat berfaedah bagi kesehatan paru-paru.

Untuk sayur, porsi untuk anak-anak dalam sehari adalah 3 x ½ gelas standar (tanpa kuah), sedangkan porsi konsumsi buah untuk anak-anak dalam satu hari adalah 6 x ½ gelas standar (buah dipotong kecil).

Disamping pemaparan manfaat buah dan sayur, acara juga diisi dengan demo memasak nasi goreng dengan bahan-bahan nabati dan telur, serta bagaimana menyajikannya untuk anak-anak supaya tetap higienis, mudah ‘dikemas’/praktis, serta ‘menggoda’ untuk dikonsumsi. (toni-hms)