Pembelajaran di luar kelas menjadi salah satu alternatif untuk pencapaian kompetensi secara seimbang dalam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Belajar sekaligus berkarya itulah pembelajaran di luar kelas yang dikembangkan SMA Karangturi melalui  kegiatan yang bertajuk AKSIBELIA (Aktivitas Siswa Belajar di Lingkungan Alam). Kegiatan yang dilaksanakan  pada Selasa, 28 November 2017 melibatkan 232 siswa kelas X dan 20 Guru dipusatkan di hutan  mangrove pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu Semarang Barat terlaksana dengan sukses.

Pelajaran dari Sebuah Pohon Mangrove

Siswa diharapkan mengetahui, memahami dan  menemukan penerapan konsep ilmiah dari berbagai aktivitas yang mereka lakukan. Di awal siswa disadarkan bahwa  mangrove merupakan  salah satu tanaman yang dapat dikategorikan tanaman totalpoten. Hampir seluruh bagian pohon mangrove dapat dimafaatkan untuk kehidupan. Mulai dari akar-akarnya yaitu mampu mengendapkan lumpur sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air laut ke daratan, selain itu mangrove dapat mencegah  terjadinya erosi dan abrasi untuk penstabil area pesisir. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pemanfaatan mangrove untuk kehidupan. Sesi pertama pemanfaatan mangrove untuk pewarna buatan, dalam sesi ini siswa mendapat penjelasan  proses pembuatannya,  setelah batangnyadikeringkan dan direbus ekstraknya dapat digunakan sebagai bahan pewarna alami dengan warna bernuansa coklat. Berikutnya siswa diberi kesempatan  menggunakan pewarna tersebut untuk membatik. Selain itu siswa juga mendapatkan ilmu cara membuat pupuk kompos dari daun mangrove.  Setelah dicacah, dicampur dengan gula sebagai media tumbuh, EM-4 untuk aktivasi, daun mangrove  bagus untuk pupuk kompos. Sedangkan buahnya setelah dikupas dan diekstrak, cairannya berwarna hijau dapat dimanfaatkan untuk pewarna makanan klepon. Disamping itu buah mangrove juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pembuatan kerupuk.

Siswa dan Guru terlibat langsung dalam pemanfaatan mangrove

Setelah kegiatan selesai, siswa harus berlatih untuk mengasah keterampilannya dalam berkomunikasi, memecahkan masalah dan berkolaborasi menggunakan teknologi informasi dengan optimal dalam menyusun laporan untuk mengeksplorasi mangrove secara lebih dalam. Karakter yang ingin dibangun dalam kegiatan tersebut meliputi tanggung jawab, disiplin, kerjasama tim, peduli sesama dan lingkungan. Dengan kegiatan ini dapat menyadarkan  kita akan  pentingnya peran nyata generasi muda dalam menjaga kelestarian alam dengan kreasi dan inovasi. Selain itu mampu mencerahkan khalayak untuk lebih memperhatikan pohon mangrove sebagai penyelamat lingkungan yang masih terabaikan keberadaannya.