Dalam tiga hari penyelenggaraan PIKK 2021, Traffic Website pekanilmiah.com yang menjadi ruang maya penyelenggaraan Pekan Ilmiah dan Kewirausahaan Karangturi 2021 dibanjiri pengunjung. Bahkan animo masyarakat tersebut melebihi ekspektasi panitia penyelenggara. Pekan Ilmiah dan Kewirausahaan Karangturi masih akan berlangsung hingga 26 Februari 2021.

Informasi dari panitia penyelenggara, usai acara pembukaan yang dibuka oleh Kepala Pusat Prestasi Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan Gubernur Jawa Tengah, website pekanilmiah.com sempat mengalami gangguan karena jumlah pengakses yang sangat tinggi. Beruntung tim IT Sekolah Nasional Karangturi bergerak cepat menangani kendala tersebut sehingga akses pameran virtual dapat terlayani dengan baik.

Selain animo pengunjung, animo peserta yang tinggi pun merupakan salah satu poin penting dalam Pameran virtual Pekan Ilmiah Karangturi 2021. Penampilan 197 karya siswa Nasional dan 23 karya Siswa Internasional menjadi penanda bahwa produktivitas dan daya nalar siswa tak sirna oleh pandemi. Semangat berkarya melampaui batas yang ada tersemat dalam benak para siswa seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Dibuktikan dengan keikutsertaan siswa dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia antara lain Surabaya, Yogyakarta, Jambi, Bulukumba, Palembang, Pontianak, Boyolali, Surakarta, Bengkulu, Cilacap, Jambi, Bandung, Malang, Gresik, Tulungagung, Denpasar, Sanggau, Lampung, Pematangsiantar, Bogor, Jakarta serta dari daerah lainnya turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Partisipan dari Internasional pun tak kalah semangatnya, siswa Internasional antara lain dari Filipina, Turki, Saudi Arabia, dan Nigeria turut menyemarakkan kegiatan PIKK 2021.

Dari tiga hari penyelenggaraan, terpantau dari web traffic yang ada pada panitia sebanyak ratusan ribu pengunjung mengakses pameran virtual PIKK 2021 melalui link www.pekanilmiah.com. Hal ini menunjukkan upaya maksimal yang dilakukan oleh Panitia PIKK untuk mendorong iklim akademis dan semangat kewirausahaan terus bertumbuh di tengah pandemi. Pada akhirnya semangat untuk “melampaui batas” layak kita dengungkan untuk menerobos sekat rintang yang ada. (And_Sty)