Sudah 88 tahun Sekolah Nasional Karangturi memberikan segala daya upaya demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta. Selama kurun waktu tersebut, berbagai ujian sudah berhasil dihadapi:  pergolakan politik yang tak menentu, krisis multi dimensi,  hingga sistem pendidikan yang berubah-ubah. Tampaknya, pasang surut situasi dan kondisi Indonesia menjadi suatu sumber kekuatan dan semangat bagi Sekolah Nasional Karangturi untuk terus maju dan berkembang ke arah yang lebih baik. Hal ini terbukti dengan bertumbuhnya Sekolah Nasional Karangturi menjadi sebuah sekolah yang bergengsi dan selalu melakukan inovasi-inovasi seturut perkembangan iptek.

Sekolah yang pada awalnya bernama H.C.S Chung Hwa Hui ini berdiri pada tanggal 1 Juli 1929 dengan jumlah murid hanya 20 orang. Pendirian sekolah ini diprakarsai oleh The Sien Tjo dan tokoh-tokoh Tionghoa lainnya. Pemerintah kemudian memberikan status dan otoritas yang sama dengan sekolah negeri pada tanggal  1 Agustus 1936. Pada masa pendudukan Jepang, sekolah ini pernah dibagi menjadi dua dan bertempat di lokasi yang berbeda, yaitu Chung Hwa Hui A (di jalan Sidodadi) dan Chung Hwa Hui B (di jalan Karangturi). Selanjutnya, pada tanggal 1 April 1946, Chung Hwa Hui berubah status menjadi sekolah negeri dengan nama Karangturi School (A.L.S Karangturi). Status tersebut berubah lagi menjadi status non-negeri (swasta) pada tanggal 7 Februari 1949 atas permintaan pengurus sekolah yang disetujui oleh pemerintah. Tetapi, pemerintah hanya mengizinkan satu Chung Hwa Hui yaitu yang berada di jalan Karangturi (sekarang jalan Mataram). Untuk lebih meningkatkan kinerja dan manajemen yang lebih baik, didirikanlah Jajasan Sekolah Chung Hwa Hui yang diketuai oleh The Sien Tjo pada tahun 1950. Pada tahun tersebut juga dibuka SMP dengan 5 kelas. Masih pada tahun yang sama, tepatnya tanggal 15 November dibentuklah Chung Hwa Chung Sheng Hui (pada masa sekarang biasa disebut OSIS). Kemudian, Jajasan Sekolah Chung Hwa Hui berganti nama menjadi Jajasan Sekolah Karangturi pada tanggal 30 Juli 1963. Pada tanggal 18 Februari 1970, yayasan ini berubah menjadi Jajasan Sekolah Nasional Karang Turi. Empat tahun berselang, tepatnya tanggal 1 Agustus 1974, nama yayasan ini kembali mengalami perubahan menjadi Yayasan Sekolah Nasional Karangturi. Sesudah mengalami beberapa kali perubahan nama, pada tanggal 14 Maret 1987, diputuskan mengganti nama yayasan menjadi Yayasan Pendidikan Nasional Karangturi hingga sekarang.

Seiring berjalannya waktu, dalam kurun waktu 1972 – 1979, Sekolah Nasional Karangturi telah melakukan pembenahan dan pembangunan sarana prasarana pendukung, antara lain: pembenahan gedung SMP/SMA lama, pembangunan gedung TK, SD, aula, ruang Tata Usaha, Perpustakaan, Laboratorium, dan Kantor Yayasan. Untuk memenuhi persyaratan dari Tim Akreditasi agar sekolah ini tetap berstatus Disamakan,  sebuah kampus baru dengan 3 lantai dan 1 basement  di lahan seluas 9020 m2 dibangun di Jalan Raden Patah 182 – 192. Kampus ini diperuntukkan bagi SMP/SMA dan mulai difungsikan sejak tahun 1996.

Perjalanan sejarah Sekolah Nasional Karangturi yang panjang dan berliku tampaknya semakin memantapkan langkah Karangturi kedepan. Hal ini ditunjukkan dengan kiprah Sekolah Nasional Karangturi dalam bidang pendidikan yang dari tahun ke tahun semakin menunjukkan prestasi yang nyata. Usia yang sudah 85 tahun ini semakin membuat Sekolah Nasional Karangturi juga terus belajar banyak hal tanpa kenal lelah untuk menghadapi persaingan global yang menuntut penguasaan dalam segala hal terutama ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan visi menjadi sekolah berwawasan global dengan semangat kewirausahaan dan menyadari bahwa Semua Anak Bisa, Semua Anak Berbakat, dan Semua Anak Bisa Naik Kelas, Sekolah Nasional Karangturi selalu terbuka dengan perkembangan zaman dan selalu mendorong peserta didiknya untuk terus berprestasi sesuai dengan bidang yang diminati. Hingga kini, Sekolah Nasional Karangturi sudah berhasil melahirkan siswa-siswi berprestasi baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Selain itu, banyak alumni Karangturi yang diterima di universitas ternama, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak hanya itu, beberapa nama tokoh nasional dengan beragam profesi: ekonom, politikus, budayawan, sebut saja Jaya Suprana, Kwik Kian Gie, Jongkie Tio merupakan alumni Karangturi yang turut mengharumkan nama Karangturi dikancah nasional. Demikian juga halnya dengan prestasi non-akademik yang berhasil diraih oleh sekolah Karangturi dalam bidang paduan suara, bolabasket, dan cheerleaders. Baik prestasi akademik maupun non-akademik menjadikan Karangturi menjadi sekolah yang diperhitungkan dan menjadi sekolah favorit bagi warga Semarang maupun luar Semarang.