BASUH KAKI DAN MENYAJIKAN TEH

Itulah Tradisi baru di Sekolah Karangturi.

Anak-anak sering abai, tak jarang mereka lalai, pada apa yang telah dilakukan orang-orang yang mencintai mereka.
Anak-anak menganggap apa yang dilakukan oleh orangtua, laksana sebuah keharusan.

Tidak salah memang.

Namun anak-anak harus bisa belajar menghargai dan balas mencintai.

Mungkin kesadaran itu belum muncul.
Mungkin sekarang hanya ada kejengkelan.

Mama Papa yang ceriwis.
Mama Papa yang sok ngatur.
Mama Papa yang ‘orak mudhengan’.

Kesadaran akan muncul, saat jarak telah memisahkan, saat mata tak lagi saling memandang.
Sebentar lagi anak-anak akan meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Ada yang ke luar kota, bahkan ada yang ke luar negeri.

Jika seekor anak kambing bisa ‘manembah’ saat hendak menyusu induknya; bisa berterimakasih; manusia sebagai mahluk berbudi dan bermoral, harus mengerti, harus belajar, bagaimana berterimakasih.

Basuh kaki dan menyajikan teh adalah ungkapan terima kasih dan wujud bakti – seorang anak kepada orangtuanya.